Senin, 04 Februari 2013

Fitroh Manusia

Pengertian Fitrah Manusia

fitri atau fitroh berasal dari kata futur yang artinya makan pagi atau sarapan. Hal ini berkenaan setelah kita berpuasa satu bula, kemudian diakhiri dengan merayakan hari raya Idul Fitri dimana kita sudah diprbolehkanuntuk makan pagi atau sarapan, atau secara umum kita sudah diperbolehkan untuk makan.
Arti yang lain yaitu bahwa setelah kita berpuasa satu bulan, maka Insya Allah, Allah meng hapuskan dosa dosa kita sehingga kita menjadi fitri, menjadi suci kembali sebagaimana bayi yang baru dilahirka.
Karena kita sudah bersih dari dosa dosa diharapkan kita bisa mengamalkan agama islam secara benar, artinya dalam mengamalkan itu sesuai dengan perintah Allah dan contoh Rasul. Kembali kepada perintah Allah dan contoh Rasul juga bisa disebut kembali kepada FITRAH yaitu Al-Islam. Sebab fitroh manusia adalah Al-Islam.
Mengapa kaum muslimin harus kembali kepada Al-Islam?
Karena dalam perjalanannya selama satu tahun bisa saja terjadi perbuatan-perbuatan yang mendekati kemaksiatan dalam segala bentuk seperti berbuat syirik, bid'ah, perpecahan dll.
Maka dengan berpuasa selama satu bulan diharapkan kaum muslimin kembali kepada jalan yang lurus yaitu Al-Islam atau Fitrah
Allah memberi petunjuk pada Q.S. Ar-Rum ayat 30, 31, 32 yang artinya

30. maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah pada) fitroh Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitroh itu. Tidak ada perubahan pada fitroh Allah (itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.



Dalam perjalanan hidupnya kaum muslimin bisa jadi keluar dari jalan yang lurus, maka pada ayat selanjutnya Allah memerintahkan  (yang artinya)

31.dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertaqwa kepada-Nya serta dirikanlah sholat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah

Karena kaum muslimin bisa saja keluar dari jalan yang lurus maka supaya
  1. Kembali bertaubat kepada Allah
  2. Bertaqwa kepada Allah
  3. Mendirikan shalat, serta 
  4. janganlah kalian menyekutukan Allah.
menyekutukan Allah dalam ayat diatas berarti bahwa 
32. Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka terbagi menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.
Memecah belah agama itu menurut istilahnya yaitu membuat organisasi dalam islam, atau membuat golongan dalam islam.
Jadi membuat golongan dalam islam itu TIDAK BOLEH, sebab islam sendiri itu sudah termasuk organisasi, yaitu organisasi yang dimiliki oleh Allah. Oleh karena itu sebenarnya dengan membangun oganisasi dalam islam sama saja dengan menggurui Allah. Hal ini bisa dilihat dalam Q.S. Al-Hujurat ayat 16 yang artinya

katakanlah: "apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu, padahal Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Tapi sayangnya para Da'i maupun para Ustadz dalam menjelaskan ayat dari surat Ar-Rum ayat 31 yang artinya "dan janganlah kamu termasuk orang yang menyekutukan Allah" menjelaskan bahwa MUSYRIK artinya menyembah berhala, padahal maksud Allah adalah "yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka... .". Jadi penjelasan kebanyakan Da'i tidak sesuai terhadap apa yang dimaksudkan Allah, artinya manusia sekarang kebanyakan terjebak pada golongan-golongan. Sekarang diseluruh dunia jimlah golongan dalam islam mencapai 286 golongan.
Kemudian untuk apa umat islam tidak diperbolehkan bergolongan?
yaitu supaya umat islam bisa menegakkan keadilan sebagaimana Allah menjelaskan dalam Q.S. Al-A'raf ayat 181 yang artinya
Dan diantara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak. Dan dengan hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.
Sekarang coba bayangkan, seandainya umat islam bersatu padu, maka itu akan membuat kekuatan raksasa yang tidak akan bisa ditandingi. Bukan hanya di bidang kekuatan, tetapi disegala bidang. Tepat sekali apa yang dikatakan oleh para orientalis bahwa umat islam itu bagaikan raksasa, tapi raksasa yang sedang tidur.
Sebagai kesimpulan, dapat dikatakan bahwa sayang sekali raksasa itu hingga kini masih tertidur lelap dalam golongan-golongan, artinya belum mau kembali ke fitrahnya 100% yaitu sebagai umat yang seharusnya bersatu padu sehingga bisa menegakkan keadilan.
Sekian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat dan seandainya ada kesalahan saya mohon maaf yang sebesarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar